Cersius #2 Bakat yang dipendam oleh sistem pendidikan
Haloo semuanya, jumpa lagi sama saya disini. Di kesempatan kali ini saya akan mendiskusikan tentang sistem pendidikan di Indonesia. Saya hanya menulis apa yang saya ketahui dan murni pendapat saya. jika saya salah dalam memberikan informasi mohon dikoreksi ya.
Pendidikan di Indonesia menurut saya belum cukup bagus juga tidak terlalu buruk. Masalah pertama yang harus dibenahi menurut saya adalah sistem pembelajaran. Menurut saya sistem pembelajaran di Indonesia masih penuh dengan teori tanpa ada penerapan dan pengembangan diri. Saya berpikir bahwa tidak semua siswa di sekolah memiliki cita-cita menjadi akademisi atau menjadi seorang guru yang harus bagus dalam hal pelajaran. banyak sekali kemampuan dan bakat non-akademis yang terdapat di dalam diri siswa yang mungkin terpendam oleh angka-angka matematika, senyawa senyawa kimia, rumus fisika dan istilah-istilah biologi.
Menyanyi, menari tradisional atau modern, melukis, menggambar, kemampuan design, progamming, badminton, pencak silat, basket dan lain-lain menurut saya lebih penting dari hanya belajar bagaimana mengerjakan soal UN atau SBMPTN. Oke kita semua sepakat bahwa matematika dan kawan-kawannya juga penting, tapi porsinya juga harus disesuaikan dengan kemampuan dan minat masing-masing siswa. Kita juga mengetahui bahwa sekolah menyediakan kegiatan ekstrakulikuler. Namun berdasarkan pengalaman saya kebanyakan sekolah yang masih tidak serius dalam mengadakan ekskul tersebut. hanya sebagai pemanis di brosur pendaftaran sekolah. bahkan lebih parahnya ada sekolah yang ekskul nya tidak berjalan sama sekali.
Mungkin bagi siswa dari keluarga mampu bisa mendaftarkan anaknya untuk les menyanyi, menggambar atau apapun itu. tapi balik kembali, itu semua perlu pengeluaran lagi. Bagaimana dengan siswa yang sebenarnya punya bakat emas menyanyi, melukis, menari atau dance, designer dan lain-lain, akan tetapi tidak sanggup untuk mengikuti les atau kursus non-akedemis diluar sekolah.
oke jika ada yang bilang, kan ada waktunya mereka kuliah yang dimana sudah spesifik, menurut saya sungguh sayang jika kita harus menunggu sampai kuliah untuk mengeluarkan bakat atau passion kita. selain itu, banyak kasus teman saya yang merasa salah jurusan, biaya masuk kuliah juga tidak murah loooh.
Inti tulisan saya disini adalah kenapa tidak ada sekolah tingkat SMP/SMA yang memiliki visi/misi mengembangkan passion atau hobby yang dimana bisa digunakan modal untuk mencari uang ketika mereka lulus. saya membayangkan ada sekolah yang belajar mata pelajaran cuma 3 jam tiap harinya dan sisanya digunakan untuk kelas non-akademisnya. misalnya bertani, berternak, melukis, menyanyi, futsal, membuat vlog, film pendek dan lain-lain. Siswa di tahun pertama akan dibebaskan memilih apa yang menurut mereka seru dan ada peluang untuk menghasilkan uang ketika mereka lolos. Saya yakin dengan begitu siswa tidak akan bingung untuk menghasilkan uang ketika mereka lulus. Apalagi jika pihak sekolah bekerja sama dengan berbagai mitra perusahaan yang mempekerjakan bagi siswa yang sudah lulus
sekian tulisan dari saya, saya hanya ingin menyampaikan bahwa nilai bagus dan tinggi di sekolah tidak menjamin mendapatkan pekerjaan dengan mudah, banyak bakat siswa siswa saat ini yang terpendam oleh tuntutan nilai akademis dan cita-cita saya memiliki sekolahan impian seperti itu. Terimakasih atas waktunya untuk membaca tulisan saya.
Komentar
Posting Komentar